Tim ini menyusuri Perairan Teluk Balikpapan, pesisir Kota Balikpapan hingga Kabupaten Penajam Paser Utara. Kemudian menyusur area mangrove Kariangau (melalui perairan), Kampung Atas Air, Lokasi Kapal Tanker MV Ever Judger, serta Kilang Pertamina Refinery Unit V Balikpapan.
Odo mengatakan, tinjauan lapangan ini penting untuk melihat kondisi terkini pascapenanganan dampak tumpahan minyak. “Kami ingin melihat sejauh mana kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak langsung agar kita bisa menentukan kebijakan yang tepat untuk kondisi ini,” ujarnya.
Setelah melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi penanganan tumpahan minyak akibat ditabraknya pipa Pertamina oleh Kapal Tanker MV Ever Judger, peserta rapat melakukan peninjauan di lapangan.
“Kita ingin menyinergikan sumber daya kementerian dan lembaga terkait sehingga upaya penanganan lebih efektif serta mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang,” kata Odo.
Di perairan sekitar pipa Pertamina yang ditabrak kapal MV Ever Judger kondisinya nampak bersih dari tumpahan minyak. Begitu pula di wilayah Kampung Atas Air yang sempat tercemar minyak mentah selama beberapa pekan.
Menurut Asiah yang juga koordinator Kelompok Usaha Bersama (Kube), kini dirinya dan warga sudah tidak lagi mengalami gangguan kesehatan karena tumpahan minyak telah dibersihkan oleh Pertamina. Setelah kejadian, Pertamina dibantu warga segera membersihkan tumpahan minyak yang masuk ke kolong-kolong rumah kami. Pertamina juga menyediakan pengobatan gratis untuk warga di Gasebo kelurahan.





Komentar tentang post