Isi koran ini sangat beragam, mulai dari berita terbaru, seruan keagamaan, informasi pengetahuan umum, atau komunikasi kebijakan.
Selain digunakan dalam aktivitas misi dan pendidikan, bahasa Melayu juga digunakan oleh koran pertama yang terbit di kawasan Minahasa tersebut. Tjahaja Sijang termasuk di antara koran-koran pertama di Nusantara yang diterbitkan dalam bahasa Melayu, setelah Soerat Chabar Betawie (1858, Batavia), Soerat Kabar Melaijoe (1859, Surabaya), dan Bintang Timoer (1865, Padang).
Untuk studi S3 Ilmu Politik di UGM, Abdul Gaffar menekuni peran Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pembahasan terkait dengan Tjahaja Sijang, terdapat di bagian peran gereja Protestan dalam renegosiasi kontrak sosial di Minahasa. Disertasi ini dalam proses persiapan untuk diterbitkan UGM Press.*





Komentar tentang post