Senin, Agustus 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Mengapa Masih Marak Penyelundupan Benih Lobster dan Lobster Bertelur?

redaksi
22 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Lobster

Lobster. FOTO: KKP

PANGKALAN Angkatan Laut (Lanal) Kota Dumai menggagalkan pengiriman 10 ribu baby (benih) lobster senilai Rp 1,5 miliar. Seperti diberitakan merdeka.com, benih lobster ini akan dikirim ke Singapura melalui perairan Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Jumat (19/10) pekan lalu.

Benih lobster asal Jambi itu, diduga akan dikirim ke Vietnam melalui Singapura. Penyelundupan benih lobster dari Indonesia, masih terus dilakukan.

Padahal, sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah meminta Vietnam untuk tidak lagi membeli bibit lobster dan lobster bertelur dari Indonesia.

Susi mengatakan, masih tingginya permintaan dari Vietnam menyebabkan banyak pengepul Indonesia yang melakukan penyelundupan. Kegiatan ini sangat mengancam keberlanjutan lobster di alam.

“Apabila tidak dijaga lobster akan punah,” kata Susi.

Menurut Susi, lobster yang boleh dibeli berukuran di atas 200 gram per ekor dan tidak dalam kondisi bertelur. Vietnam dapat membesarkannya hingga berukuran 800 gram. Ini demi keberlanjutan bisnis Vietnam dan Indonesia.

Menteri Susi menyampaikan hal ini saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Agriculture and Rural Development Vietnam, Hoàng Văn Thắng, Jumat (12/10). Pertemuan ini di sela-sela menghadiri Annual Meetings 2018 Indonesia International Monetary Fund (IMF) World Bank Group di Nusa Dua Bali.

Bertempat di Ayodya Resort Bali, Menteri Susi dan Hoàng Văn Thắng membicarakan peluang kerja sama Indonesia dan Vietnam di industri pengolahan perikanan.

Susi mengatakan, pengambilan bibit lobster di alam telah mengurangi produksi lobster di Indonesia. Puluhan tahun lalu, dalam satu tahun tangkapan, lobster bisa mencapai puluhan ribu ton. Namun saat ini sudah berkurang, bisa habis lobsternya.

Terkait hal tersebut, Hoàng Văn Thắng berjanji bahwa pemerintah Vietnam akan memberikan sosialisasi kepada daerah-daerah yang masih membeli bibit lobster dan mengarahkan mereka untuk berpindah pada usaha lainnya.

“Saya pikir nanti kita perlu membuat lebih banyak pertemuan lagi antara dua belah pihak, dan nanti bisa bicarakan lebih lanjut masalah ini,” ujarnya.

Mengapa penyelundupan benih lobster maupun lobster bertelur masih marak terjadi di sejumlah daerah?

Ini lantaran harga yang menggiurkan yang ditawarkan pembeli di negara tujuan pengiriman. Padahal, nelayan dapat menjual dengan harga yang jauh lebih tinggi, jika lobster dibiarkan berkembang terlebih dahulu.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina mengatakan, benih lobster mutiara dijual di Indonesia paling tinggi Rp 79 ribu sampai Rp 90 ribu per ekor. Di Singapura harganya kurang lebih USD10 atau sekitar Rp 145 ribu per ekor.

Benih lobster jenis pasir dijual nelayan Rp 18 ribu hingga Rp 26 ribu per ekor. Di Singapura dihargai hingga dua kali lipat.

Masyarakat diminta tidak melakukan penangkapan dan pengiriman benih lobster karena nilai ekonomi yang didapatkan masih jauh di bawah yang seharusnya. Selain itu, penangkapan benih lobster dapat mengancam keberlanjutan lobster di alam.*

Tags: KKPLobsterPenyelundupan
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Susi Air di Dua Tsunami

Next Post

Menhub: Laut Banyak Misteri

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Menhub: Laut Banyak Misteri

Menhub: Laut Banyak Misteri

Komentar tentang post

TERBARU

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

AmsiNews

REKOMENDASI

Gletser Menyimpan 70% Air Tawar Dunia

Unsur SAR Kumpul Serpihan Pesawat Sriwijaya

Badai Tropis Nakri Akan Mendekati Kepulauan Amami

Lumba-lumba Hidung Botol Dilepas ke Laut

Kemenhub Tutup Status Darurat Tumpahan Minyak Pertamina di Pantai Utara

Katib Aam PBNU Akan Menghadiri UNG Bersholawat dan Haflah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.