Rabu, September 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Mengiris Perut Penyu Hijau

redaksi
3 September 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Mengiris Perut Penyu Hijau

FOTO: DOK. WWF INDONESIA

Kelompok Masyarakat Pengawas bersama WWF-Indonesia kemudian melakukan pemantauan secara rutin di lokasi itu. Angka perburuan menurun. Tapi, itu tadi. Bagi pemburu yang tidak ingin kedapatan mengambil telur penyu, mencoba dengan cara menyayat perutnya.

Bukan hanya penyu dewasa yang siap dan akan bertelur menjadi target pemburu. Ada juga penyu betia ditemukan mati dengan perut disayat.

Pemburu tidak mendapatkan telur di dalam perut, karena penyu betina ini belum dewasa dan belum masanya untuk bertelur.

Penyu yang ditemukan mengalami luka sayatan di bagian tepi kanan bawah tubuh, dengan istilah Vulnus penetrosum at inframarginal scute dexter. Diduga ini upaya paksa mencari dan mengambil telur dari tubuh penyu.

Kondisi serupa pernah di laporkan di Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Seekor penyu hijau ditemukan mati terdampar. Terdapat luka sayatan di perut bagian bawah sebelah kanan dengan usus terburai.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina mengatakan, telah menginstruksikan seluruh jajarannya memperketat jalur keluar masuk daerah yang menjadi habitat penyu hijau. Masyarakat juga diminta ikut serta mengawasi penyu hijau.

Menurut Rina, dengan memperketat jalur yang dilintasi penyu, tujuannya untuk memastikan keberadaan penyu di habitatnya tetap terjaga. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepunahan penyu hijau yang keberadaannya tinggal sedikit.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: KKPPenyuWWF Indonesia
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ada Ritual Memanggil Penyu di Indonesia

Next Post

Mahasiswa Pencinta Alam UGM Ekspedisi di Pulau Terluar

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Mahasiswa Pencinta Alam UGM Ekspedisi di Pulau Terluar

Mahasiswa Pencinta Alam UGM Ekspedisi di Pulau Terluar

Komentar tentang post

TERBARU

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

AmsiNews

REKOMENDASI

Anak Krakatau 79 Kali Gempa Erupsi

Laut Banda Memiliki Keragaman Genus Kelomang Tertinggi di Indonesia

El Nino Berdampak pada Produksi Padi Indonesia

Perempuan Pesisir Berau Olah Limbah Kepala Udang Menjadi Produk Makanan Bernilai Ekonomi

Tahun 2024 Perekonomian Kota Gorontalo Turun 0,16 Poin

Topan Super Doksuri bergerak di Timur Laut Manila

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.