Sabtu, Juni 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Spirit Dari Sebutir Telur

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Spirit Dari Sebutir Telur

Telur burung maleo. FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Hasil penelitian dan pengalaman para pegiat konservasi maleo, mencatat masa inkubasi telur maleo di lubang peneluran umumnya 60–90 hari. Telur yang menetas tergantung suhu.

Maleo yang baru menetas akan naik ke permukaan tanah dengan kecepatan 0,5–1,0 cm per jam. Jika kedalamam lubang 20 cm, maka mereka akan mencapai permukaan setelah 20–40 jam.

Anak maleo ini tidak membutuhkan banyak perawatan. Setelah menetas, mereka sepenuhnya sudah mandiri dari induk mereka dan sudah dapat terbang.

Telur dalam lubang yang terindikasi sudah menetas, biasanya ditandai dengan permukaan lubang yang terlihat sedikit menurun atau cekung. Biarkan keadaan ini sampai anak maleo dapat keluar sendiri ke permukaan tanah.

Anak maleo ketika keluar dari lubang, akan muncul bagian kepala terlebih dahulu. Dalam kondisi seperti itu, bila di malam hari, akan sangat rawan dengan kemunculan predator seperti tikus. Bahkan semut pun bisa menjadi masalah bagi maleo yang dalam kondisi sebagian tubuhnya masih terkubur.

Predator telur dan anak maleo lainnya di alam, seperti ular, kadal, kucing, babi hutan dan burung. Bila tidak ada predator dan bisa keluar dari lubang, anak maleo akan masuk ke dalam hutan.

Dalam catatan pegiat konservasi, pada 1978, MacKinnon memperkirakan total individu maleo dari 13 lokasi peneluran Sulawesi Utara sebesar 3.000 individu dan memperkirakan 5.000–10.000 untuk seluruh Pulau Sulawesi. Argeloo (1994) memperkirakan populasi maleo khusus di Sulawesi Utara sebesar 335–740 pasang untuk lokasi-lokasi peneluran di pantai, dan diduga sekitar 2.000 pasang untuk lokasi-lokasi peneluran di daratan (inland).

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Next Post

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Postingan Terkait

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

25 Juni 2026
Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

25 Juni 2026

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Next Post
Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Komentar tentang post

TERBARU

Kemarau Meluas, Hujan Masih Signifikan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Korban Tewas Gempa Ganda Dahsyat di Venezuela Bertambah Menjadi 235 Orang

Malam Tropis di Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Gletser Penting Bagi Ekosistem Bumi

Kajian Bahaya Tsunami Karena Letusan Gunungapi di Tengah Laut

Ranperda Penyandang Disabilitas Mulai Dibahas Pansus II

Kearifan Lokal Relevan Sebagai Landasan Konservasi Laut di Indonesia

Ini 12 Poin Hasil Rakornas KKP

Potensi Bioprospeksi Laut Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.