Menurut Dewi Surinati, upwelling hanya mencakup satu persen dari permukaan laut. Namun, peristiwa ini memberikan kontribusi sebesar 50 persen dari perikanan dunia.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa potensi perikanan di Indonesia memuncak pada Bulan Agustus. Wilayah yang berpotensi tinggi untuk perikanan tangkap adalah perairan Indonesia Timur.
Hal ini sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan demikian, pemodelan pola arus dapat dipakai sebagai informasi awal dalam penentuan daerah potensi perikanan tangkap bagi nelayan.
Arlindo
Sementara itu, menurut Ilahude, Arlindo cenderung dari arah timur laut. Terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Januari (musim barat). Perubahan arus terjadi pada bulan Februari-Maret hingga Mei (transisi ke musim timur) dengan arah cenderung dari baratdaya-selatan ke arah timurlaut.
Arus ini mengalir secara horizontal dari Samudera Pasifik masuk lewat Laut Sulawesi, sebagian terus ke Selat Makasar, sebagian masuk Laut Maluku (Teluk Tomini), Laut Banda dan Laut Flores.
Selanjutnya, keluar lewat Laut Timor dan Laut Sawu, masuk ke Samudera Hindia. Arlindo dengan suhu rendah dan salinitas yang tinggi (densitas), menyebabkan massa air tersebut bergerak di lapisan dalam (> 200 meter) yang banyak membawa zat makanan (nutrien).





Komentar tentang post