Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Dengan Pinisi Orang Makassar Menemukan Benua Australia

Mencari Teripang, Menjalin Diplomasi Makassar - Aborigin Yolngu

redaksi
28 November 2018
Kategori : Eksplorasi
0
Lukisan pinisi di Australia

Lukisan Perahu (Pinisi) berwarna putih yang tergambar dengan jelas di dinding rockshelter di Djulirri (Sumber: May,et.al,2010:60//Zofrano Sultani, dkk).

ORANG-ORANG Makassar telah menjalin hubungan historis dengan Aborigin  Yolngu di Australia utara, jauh sebelum bangsa Eropa menginjakan kaki di sana.

Hasil penelusuran sejarahwan dari Universitas Negeri Malang, Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani, Melliya dan Raisa Rahmawati, menemukan orang Makassar, sebagai pelaut telah mengunjungi pantai utara Australia untuk mengumpulkan teripang yang kemudian dijual sebagai obat dan makanan.

Kedatangan orang Makassar, kemudian menjalin kontak dengan orang Australia Utara dalam budaya, ekonomi dan sosial. Para pelaut Makassar menamai pantai itu “Marege” dan benua diberi nama “Osse Tara Lia“. Nama ini kemudian menjadi negara Australia.

Penelitian dengan metode historis yang dilakukan Zofrano Sultani dkk, diperkuat dengan hasil riset akademisi Australia National University dan kampus lain yang ada di Australia. Seperti lokasi Malarrak, Djulirri, dan sekitarnya adalah bukti terjadinya kontak antara Makassar dan Aborigin Yolngu.

Lokasi-lokasi ini menggambarkan perahu (prau) milik orang Makassar dan temuan arkeologis lain seperti lukisan yang menggambarkan senjata badik, binatang (animal) dan rumah (house).

Penggunaan warna putih sangat dominan dalam lukisan “Pinisi” dapat diinterpretasikan sebagai proyeksi mimpi terhadap yang lain dan alam. Maksudnya, sebuah aktualisasi dari representasi dari orang Aborigin setempat yang berkomunikasi melalui orang asing yang kontak dengan mereka.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Aborigin  Yolngu AustraliaMakassarPinisi
Bagikan25Tweet10KirimKirim
Previous Post

Olahan Minuman Jeli dari Kulit Ikan Tuna

Next Post

Kematian Massal Ratusan Paus di Selandia Baru dan Australia

Postingan Terkait

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

24 Januari 2026
Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Next Post
Paus pilot terdampar

Kematian Massal Ratusan Paus di Selandia Baru dan Australia

Komentar tentang post

TERBARU

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Peristiwa El Niño Dapat Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Sejumlah Perairan Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

Lebih Dari 1000 Penerbangan Dibatalkan Karena Topan Shanshan, Ratusan Ribu Rumah Tanpa Listrik

100 Ribu Awak Kapal Perikanan di Jawa Tengah Belum Ada Perlindungan

Morfologi dan Ekologi Spons

Kurangnya Kepercayaan Terhadap Informasi Tantangan Utama Menghadapi Bencana

Pesona Mutiara Laut Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.