Di habitat aslinya, ikan capungan Banggai hidup di ekosistem terumbu karang dangkal dan padang lamun.
Di daerah terumbu karang, ikan ini mendiami sebagian besar zona fisiografik dengan perairan jernih dan jarak pandang >20 m serta arus rendah hingga sedang, tetapi terbatas pada kisaran kedalaman sempit (<3 m).
Habitat lainnya adalah daerah padang lamun dengan jarak pandang rendah (2 m atau kurang), umumnya di teluk tertutup yang tenang dengan dasar berlumpur dan partikel tersuspensi tingkat tinggi.
Walaupun jarang, ikan ini juga masih ditemukan teluk yang lebih kecil dengan air keruh, dasar berlumpur dengan alga berkapur yang diselingi montikel dan karang bercabang.
Distribusi kedalaman ditemukannya ikan capungan Banggai adalah antara 0,5 – 6 m, dan paling banyak ditemukan pada kedalaman 1,5 – 2,5 m.
Hasil pengamatan di perairan Kepulauan Banggai, ikan ini ditemukan pada kedalaman rata-rata 1,76 m dan kedalaman maksimum 4,5 m.
Pengamatan lainnya yang juga dilakukan di Kepulauan Banggai, ikan capungan Banggai ditemukan pada kedalaman 0,6 – 3,4 m dengan rata-rata 1,66 m (Pulau Banggai) dan berkisar 0,5 – 2 m dengan rata-rata 1,32 m (Pulau Peleng).
Sumber: Ucu Yanu Arbi, Jurnal Oseana, Volume 47, Nomor 1 Tahun 2022: 1–11 dengan judul “Endemisme Spesies Biota Perairan: Studi Kasus pada Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni)”.





Komentar tentang post