Mau tidak mau secara lokal, nasional dan internasional, kita perlu terus melakukan rekayasa kebijakan yang dapat mendukung kepentingan pembangunan nasional. Segala rekayasa kebijakan tersebut, akan didahului atau dimulai dengan pemahaman yang kuat atas apa yang terjadi di tanah air Indonesia.
Sebagai contoh dan menjadi pertanyaan yang populer saat ini, apa yang terjadi dengan kenaikan suhu 1.5 atau 2.0 derajat di Indonesia. Bagaimana pemerintah memberikan prioritas atas apa apa yang telah terjadi secara lokal. Rencana dan pelaksanaan program pembangunan seyogyanya berbasis pada pendapat ilmiah agar dapat mewujudkan science based policy.
Penutup
Menjadi peneliti, akademisi, birokrat, lobbier dan negotiator telah membawa saya mengelilingi dunia. Sudah lebih dari 55 negara yang dilalui dengan ratusan kota yang telah disinggahi dan mengunjungi 33 propinsi di negara yang kita cintai ini. Belajar, mendengar, membaca dan meneliti akan terus terjadi selama hayat dikandung badan.
Saya banyak belajar dari berbagai pakar dan ahli dari seluruh dunia, dari pedagang pasar di Istanbul, Professor di Taiwan hingga seorang migran di Brasil. Saya melihat sebuah dunia yang makmur dengan warga yang baik hati dan haus akan kemajuan bersama.
Bumi yang indah ini hanya satu dan kewajiban kita untuk mewarisinya dengan kondisi yang sama nyamannya di saat kita menerima kondisi dunia ini. Mari kita jaga keberlanjutannya untuk kemakmuran kita bersama
Terima kasih kepada panitia seleksi Habibie award, Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM-Iptek) The Habibie Center, yang telah memilih saya untuk dapat berdiri dan bicara di kesempatan sangat terhormat ini.





Komentar tentang post