Minggu, Agustus 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca Hiu Paus

Perburuan Hiu Paus di Berbagai Negara

redaksi
13 Januari 2019
Kategori : Hiu Paus, Kajian
0
Hiu Paus di Filipina

Seekor hiu paus (Whale shark) ditemukan mati didekat Davao, Filipina, karena menelan sampah plastik. Peristiwa ini terjadi bulan Agustus 2018. FOTO: THESUN.CO.UK

Oleh FRENSLY D HUKOM

ELASMOBRANCH atau ikan bertulang rawan merupakan kelompok ikan yang terdiri dari hiu/cucut dan pari. Kelompok ini memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, serta dapat ditemukan di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari perairan tawar hingga palung laut dan dari laut beriklim dingin sampai daerah tropis (Compagno, 2001). Kelompok Elasmobrach ini dicirikan oleh beberapa karakteristik yakni pertumbuhannya lambat, fekunditasnya rendah, periode kehamilan yang lama serta masa hidupnya relatif panjang (Herndon et al., 2010).

Indonesia tercatat sebagai negara yang memanfaatkan sumber daya ikan bertulang rawan (hiu dan pari) terbesar di dunia. Total produksi perikanan tangkap hiu dan pari (Elasmobranch) di Indonesia dalam tiga dekade terakhir menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Bahkan Indonesia dikenal dengan tangkapan hiu dan pari terbesar di dunia dengan kisaran tangkapan diatas 100 ton setiap tahunnya (Sadili et al., 2015a). Produksi dari 15 jenis ikan cucut yang dicatat sejak tahun 1950-2006 pada beberapa negara terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, akibatnya International Union for Conservation
of Nature
(IUCN) telah mengeluarkan status dari 13 jenis ikan hiu yakni enam jenis kondisinya menurun, lima jenis statusnya tidak jelas sedangkan dua jenis lainnya berstatus stabil (Camhi et al., 2009).

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Hiu PausIUCNP2O LIPI
Bagikan29Tweet7KirimKirim
Previous Post

Januari Ini Hiu Paus di Botubarani Belum Menetap

Next Post

Biologi dan Ekologi Hiu Paus

Postingan Terkait

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

28 Juli 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

17 Juli 2026

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

Next Post
Hiu paus

Biologi dan Ekologi Hiu Paus

Komentar tentang post

TERBARU

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Wisuda ke-62, UNG Kukuhkan 700 Lulusan

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Senyawa Aktif Dalam Air Diduga Penyebab Kematian Dugong di Bali

World No Tobacco Day: Mengungkap Kebohongan, Melindungi Kehidupan

Keunggulan UNG Berfokus Riset Pengembangan Kawasan Teluk Tomini

Keliru, Perlengkapan Pemungutan Suara di Kabupaten Paniai Berisi C1-KWK

Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

Darilaut.id Sumbang Buku untuk Taman Bacaan di Botubarani

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.