Gunn et al. (1999) melaporkan pengamatan yang dilakukan mereka di Karang Ningalo Australia Barat selama kurang lebih 26 jam, terlihat ikan tersebut bergerak secara lambat dengan kecepatan sekitar 0,7 m/s serta melakukan penyelaman sedalam 70 – 90 m. Eckert & Stewart (2001) juga melakukan penelitian tersebut dengan menggunakan tagging elektronik di Laut Cortez.
Dari 17 ekor hiu paus yang diamati, diketahui bahwa enam ekor diantaranya cenderung hanya bergerak di sekitar Laut Cortez saja empat ekor lainnya bergerak meninggalkan laut Cotez menuju Samudera Pasifik sebelah Utara dan satu ekor bergerak sejauh 1300 km ke Sebelah Barat Pasifik Utara dalam jangka waktu selama 37 bulan.
Dalam pengamatan tersebut tercatat pula beberapa hiu paus melakukan penyelaman hingga mencampai kedalam 240 meter dengan kondsi suhu 10oC. Sequiera et al. (2013) telah merangkum hasil penelitian para ahli tentang pergerakan hiu paus pada beberapa perairan di dunia seperti gambar yang disajikan di atas.

Di Indonesia, hiu paus di temui di perairan Sabang, Situbondo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua. Di daerah Probolinggo Jawa Timur, kehadirannya bersifat musiman (Januari – Maret), sementara di daerah Kwatisore, Teluk Cendrawasih Papua yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional (TNTC) hiu paus hadir sepanjang tahun (Tania & Noor, 2014).





Komentar tentang post