Selanjutnya terjadinya juga seleksi kawin di mana Hypoplectrus lebih memilih kawin dengan yang memiliki warna yang sama.
Hal yang mirip juga terjadi pada Parachirrhites arcatus di wilayah Indo-Pasifik yang yang memiliki warna yang berbeda karena jenis adaptasi pada mikro-habitat yang berbeda (kedalaman) pada habitat yang sama.
Apabila perbedaan pada warna mempengaruhi seleksi kawin, maka proses spesiasi simpatrik akan terjadi.
Kasus pada Hypoplectrus dan Parachirrhites arcatus menunjukkan bahwa terdapat peran adaptasi pada proses spesiasi simpatrik, hal ini didukung oleh Rolán-Alvarez (2007) yang mengemukakan bahwa spesiasi merupakan by-product dari adaptasi ekologi.
Contoh beberapa bukti genetik juga menunjukan terjadinya spesiasi simpatrik adalah pada genus Centropyge. Spesiasi simpatrik yang terdapat pada genus Centropyge dibuktikan pada warna morfologi tubuh namun perbedaan tersebut tidak didukung oleh penanda genetik.
Yang menjadi pembeda pada level genetiknya adalah berdasarkan wilayah geografis, di mana ikan yang warnanya berbeda memiliki kekerabatan yang lebih dekat jika dibandingkan dengan yang warnanya sama pada wilayah yang berbeda.
Beberapa contoh spesies yang termasuk dalam sister spesies namun mempunyai warna morfologis yang berbeda dan tumpang tindih (overlapping) pada habitat yang sama dapat diamati pada Gambar.





Komentar tentang post