Sabtu, Agustus 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Model Asal-usul Ikan Karang

redaksi
31 Januari 2022
Kategori : Kajian, Konservasi
0
Terumbu karang

FOTO: DARILAUD.ID

Model pusat akumulasi merupakan kebalikan dari pusat asal-usul (center of origin). Model ini lebih menekankan pada tingginya diversitas ikan pada kawasan segitiga terumbu karang sebagai hasil migrasi spesies yang telah mengalami spesiasi dari lokasi lain.

Peristiwa ini dapat disebabkan karena pola arus air laut dan angin yang cenderung mengarah ke arah segitiga terumbu karang.

Model pusat akumulasi dipengaruhi oleh wilayah sekitar bagian kawasan segitiga terumbu karang yang tidak termasuk dalam wilayah pusat biodiversitas atau biasa disebut zona periferal.

Zona periferal berperan sebagai eksportir/ kontributor terhadap diversitas biologis dan genetik ikan karang di segitiga terumbu karang.

Beberapa contoh hasil penelitian yang mendukung teori pusat akumulasi adalah spesies Scarus rubroviolaceus dan Zebrasoma flavescens yang terdistribusi di perairan segitiga terumbu karang. Namun bukti data populasi genetik/ filogenetik menunjukkan bahwa larva dari spesies ini masuk dari wilayah Hawaii di masa lalu.

Model ini pertama kali diusulkan oleh Heck and McCoy (1978) yang menyatakan bahwa wilayah segitiga terumbu karang merupakan zona yang potensial untuk pertahanan. Model pertahanan, tingkat kepunahan spesies pada kawasan segitiga terumbu karang dipengaruhi oleh faktor kondisi habitat potensial dari wilayah terumbu karang yang besar.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: BiodiversityBiogeografi ikanCoral Trianglekeanekaragaman hayati
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kekayaan Minerba Belum Meningkatan Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan

Next Post

Waspada Kecepatan Angin dan Gelombang Tinggi di Awal Februari

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Gelombang tinggi

Waspada Kecepatan Angin dan Gelombang Tinggi di Awal Februari

Komentar tentang post

TERBARU

Dalam Sehari Indonesia Diguncang Gempa Sangat Kuat di Laut dan Darat Berjarak 3.000 km

Indonesia Rocked by Very Strong Earthquakes at Sea and on Land 3,000 km Apart in a Single Day

Korban Meninggal Dunia Gempa Dahsyat NTT Bertambah Menjadi 14 Orang, Puluhan Bangunan Rusak

Gempa Bumi M 6,4 Dirasakan 30 Detik di Kabupaten Simalungun dan Kota Medan Sumatra Utara

USGS Mencatat Gempa Sumatra Utara M 6,9 Dekat Pematangsiantar

Gempa Kuat di Darat M 6,4 Mengguncang Simalungun Sumatra Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Lumba-lumba Mati Terdampar di Nusa Dua

Tips Melihat Bulan Saat Festival Pertengahan Musim Gugur 2025 di Hong Kong

Tiap 14 Hari Kerja Rumah Sakit Ajukan Klaim Biaya Rawat Pasien Covid-19

Setiap Orang Diperkirakan Mengonsumsi 50 Ribu Partikel Plastik per Tahun

Pelaku Kecurangan UTBK Akan Mendapatkan Hukuman yang Seberat-beratnya

Januari – Mei, Batam Eskpor Ikan Rp 93,88 Miliar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.