Dalam hal ini, rendahnya diversitas spesies ikan karang yang jauh dari segitiga terumbu karang diakibatkan oleh tingkat kepunahan yang tinggi.
Kondisi habitat pada kawasan segitiga terumbu karang yang stabil selama proses perubahan geologi pada masa lalu berperan sebagai tempat perlindungan bagi spesies dari kepunahan.
Seperti diketahui bahwa kepunahan terjadi sebagai akibat hilangnya habitat dan sumber terbentuknya koloni baru pada saat terjadi ketidakstabilan area.
Kelima, The Mid Domain Effect (MDE)/null model
Berdasarkan model paleo habitat yang dibentuknya, penurunan masa air pada sekitar 2,6 juta tahun lalu telah memisahkan laut atlantik dan Indo-Pasifik dan selanjutnya proses fragmentasi (isolasi habitat menjadi bagian-bagian kecil) terjadi berkesinambungan selama proses glasial di era itu, sehingga terjadi banyak spesiasi seperti pada family ikan Pomacentridae, Chaetodontidae dan Labridae.
Kondisi habitat terumbu karang yang stabil di bagian Indo-Pasifik (Kawasan segitiga terumbu karang termasuk di dalamnnya) menyebabkan spesiasi yang lebih kontinyu tanpa kepunahan terhadap spesies tetuanya, daripada wilayah lain/ periferal yang kurang stabil.
Hal ini didukung oleh Evans et al., (2016) yang menekankan pentingnya habitat terumbu karang untuk mencegah terjadinya penurunan biodiversitas pada ikan karang.





Komentar tentang post