Paus sperma ini dikubur di pantai Watululu Desa Kapota Utara. Paus sperma (Physeter macrocephalus) dengan ukuran panjang ± 9,5 meter dan lebar ± 437 cm. Paus sperma dikubur pada lubang dengan kisaran ukuran panjang 10 meter, lebar 2 meter dan kedalaman 80 cm.
Penguburan bangkai paus sperma untuk menghindari dampak negatif bagi lingkungan perairan maupun masyarakat sekitar lokasi. Selain itu, penguburan paus dimaksudkan untuk menyelamatkan rangka tulang secara utuh.
Proses penguburan paus melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Balai Taman Nasional Wakatobi, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Selain itu, POSAL Wakatobi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, Kepala Desa Kapota, Kepala Desa Kapota Utara, Yayasan Alam Lestari Wakatobi, WTC, WWF, serta masyarakat sekitar.
“Rencananya rangka tersebut akan dijadikan spesimen oleh kampus AKKP Wakatobi sebagai bahan edukasi dan penelitian. Guna keamanan, kami juga membuat tanggul karung berisi pasir mengelilingi titik penimbunan bangkai,” ujar Heri.*





Komentar tentang post