Itu sebabnya, rumpon portable memiliki beberapa keuntungan. Pertama, mudah dibawa dan ditempatkan di perairan. Kedua, dapat menjangkau perairan yang lebih jauh tanpa memerlukan biaya yang besar. Ketiga, memudahkan operasi penangkapan ikan.
Ketika tidak digunakan, dapat dibawa, dipindahkan ke daerah lain atau di simpan sampai dilakukan operasi penangkapan ikan selanjutnya.
“Rumpon portable ketika berombak besar dinaikkan ke kapal, ombak sedang bisa dioperasikan,” kata Roza.
Percobaan rumpon portable dilakukan di Pelabuhanratu pada 21 – 27 Agustus 2013 lalu. Proses penelitian diawali dengan pengangkatan rumpon portable yang telah diletakkan di kolam percobaan Stasiun Lapang Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
Tahapan selanjutnya, memobilisasi rumpon portable menuju kapal di Palabuhanratu, Dermaga 2.
Setelah berada di lokasi perairan, rumpon portable didiamkan selama 4 jam. Saat itu, tim peneliti melakukan pengambilan data plankton dan arus. Proses eksplorasi ikan dilakukan setelah rumpon portable diletakkan selama 2 jam dan bersamaan dengan itu dilakukan pengambilan data plankton yang kedua.
Tahapan yang dilakukan dalam pengambilan data plankton diawali dengan mengikat pemberat pada tabung plankton net dan mengikat tali pada gagang plankton net.





Komentar tentang post