Alex Masengi bersama tim berusaha menjemput ikan ini, namun tidak bisa bertahan hidup lama. Ikan raja laut ini mati. Ikan ini kemudian dibedah dan diteliti. Pengambilan sampel dilakukan untuk uji DNA.
Spesimen ikan raja laut di Gangga ini mendapat registrasi CCC nomor 254. Ini spesimen ke 5 dari Indonesia. Spesimen ini tersimpan di FPIK Unsrat Manado.
Tim peneliti FPIK Unsrat, LIPI dan Aquamarine Fukushima telah merekam dengan ROV ikan raja laut di perairan Talise.
(Sebagai catatan: Dr Anugerah Nontji dalam tulisan tentang Ikan Purba Coelacanth (terbit tahun 2009) mengutip yang disampaikan peneliti LIPI Dr Kasim Moosa yang berspekulasi jangan-jangan coelacanth juga terdapat di perairan lainnya di Nusantara. Karena beberapa laporan menyebutkan ikan serupa pernah terlihat, ditemukan dan ditangkap di Lampung, Pangandaran (pantai selatan Jawa), Balikpapan dan Biak Papua).
Salah satu lokasi yang disebutkan Kasim Moosa di atas terbukti setahun kemudian, yakni di Biak, Papua.
2010, November. Tim ilmuwan dari Aquamarine Fukushima dan FPIK Unsrat Manado berhasil menemukan dan merekam 5 ikan coelacanth di Biak, Papua. Ikan ini direkam dengan menggunakan ROV. Jarak Biak dengan Manado, sekitar 1800 kilo meter.






Komentar tentang post