Spesimen ini mendapat nomor registrasi CCC 215.
(Sebagai catatan: Dekan FPIK Unsrat Manado Prof Dr Ir Alex Kawilarang Warouw Masengi yang terlibat dalam tim penelitian mengatakan, terdapat organisme laut spesies baru yang ditemukan di Teluk Manado. Ikan spesies baru ini memiliki kaki seperti layaknya yang ada pada udang.
Spesies baru ini ditemukan di kedalaman 200 meter, melalui survei bawah laut yang berlangsung sejak 2005 lalu. Survei melibatkan LIPI, Universitas Sam Ratulangi, dan Aquamarine Fukushima (Jepang).
Februari 2008, Aquamarine Fukushima mengakhiri expedisi ROV ke-4 Sulawesi, Indonesia.
2008, pada 22 November, seekor ikan raja laut berukuran panjang 110 sentimeter dan berat 20 kilogram tertangkap perairan Talise, Minahasa Utara. Spesimen ke empat yang diregistrasi dengan kode CCC nomor 225. Spesimen ini dikoleksi di Sea World kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Jakarta).
Mei 2009, ikan raja laut menarik perhatian dan menjadi maskot untuk Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) yang diadakan di Manado.
Untuk kegiatan WOC ini, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buol sempat merencanakan membawa ikan coelacanth.
2009, pada 16 September, ikan raja laut tertangkap nelayan di perairan Gangga, Likupang, Minahasa Utara. Informasi adanya raja laut yang masih hidup ini disampaikan ke FPIK Unsrat Manado. Ikan ini memiliki ukuran panjang total 116 sentimeter dan berat 27 kilogram.





Komentar tentang post