
Arus Eddy yang melingkar ini mempunyai dua tipe, yakni siklonik dan antisiklonik. Pada Perairan di selatan ekuator, siklonik eddy berputar searah jarum jam, dan antisiklonik eddy berputar berlawanan arah jarum jam.
Sebaliknya pada perairan di utara Ekuator, siklonik eddy berputar berlawanan arah jarum jam, dan antisiklonik eddy berputar searah arah jarum jam.
Siklonik eddy, umumnya berkaitan dengan upwelling. Sehingga nutrisi yang berasal dari lapisan bawah akan terangkat ke permukaan membawa nutrien yang kemudian digunakan untuk tumbuh dan berkembang kehidupan organisme rantai makanan dari plankton, ikan-ikan kecil, hingga ikan pelagis besar.
Penelitian mengenai eddy di perairan Indonesia telah dilakukan oleh Lab. Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan, diantaranya oleh Tussadiah et al (2018) mengenai karakterististik eddy dan hubungannya dengan tuna sirip kuning di Selatan Jawa Samudera Hindia; dan mengenai pengaruh eddy terhadap fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) di perairan Samudera Pasifik Barat oleh Simanungkalit et al (2018).
Kedua hasil penelitian tersebut terbit pada IOP Conference Series of Earth and Environmental Science Volume 176 Tahun 2018 baru baru ini.

Hasil analisis eddy di perairan Selatan Jawa Samudera Hindia diketahui bahwa dominan eddy yang terbentuk adalah siklonik eddy (searah jarum jam), dengan total 474 siklonik eddy dan 442 antisiklonik eddy. Secara umum, kemunculan eddy di perairan Selatan Jawa dan Samudera Hindia cenderung bervariasi mengikuti sistem pola arus yang terjadi.





Komentar tentang post