Pemijahan ikan tuna di KJA pertama kali terjadi pada 21 Januari 2015. Secara rinci, tim peneliti menggunakan satu unit KJA dengan ukuran diameter pelampung 50 meter, dengan ukuran mata jaring 2.5 inci, dengan kedalaman jaring 9 meter.
Dalam kegiatan budidaya tuna sirip kuning ini, calon induk diperoleh dari perairan Laut Bali Utara, sebanyak 114 ekor berukuran 0,5-1,0 kilogram. Tuna dianggap sebagai indukan bila telah berukuran 20-30 kilogram, dengan waktu pemeliharaan selama satu tahun.
Di KJA, ikan tuna diberi pakan dua kali sehari. Calon induk diberi pakan berprotein tinggi, yaitu ikan layang dan cumi-cumi dengan rasio 1:1. Di dalam pakan segar tersebut ditambahkan vitamin sebanyak 2,5 persen dari jumlah pakan ikan.*





Komentar tentang post