Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Hiu Berjalan Halmahera Berasal dari Satu Keturunan

redaksi
13 Juli 2020
Kategori : Biota Eksotis, Laporan Khusus
0
Hiu Berjalan Halmahera Berasal dari Satu Keturunan

Hiu berjalan Halmahera, Hemiscyllium Halmahera. FOTO: MARK V. ERDMANN

Perbedaan fenotip yang ditemukan, kemungkinan diakibatkan pengaruh topografi dan kualitas lingkungan perairan laut. Hiu berjalan halmahera yang ditemukan Jutan et al. (2018) di Teluk Kao, diduga telah terpengaruh kondisi perairan yang tercemari sianida dan merkuri (Hg).

Laporan Edward (2008) menunjukkan bahwa Teluk Kao telah terakumulasi kadar merkuri di air laut dan sedimen. Pencemaran merkuri dan sianida dapat memberikan efek terhadap tampilan fenotip biota laut. Edward (2017) mengatakan bahwa ikan yang terpapar senyawa beracun namun tidak mati, organ tubuhnya dapat mengalami kerusakan jaringan.

Perbandingan perbedaan fenotip famili Hemiscyllium juga ditemukan Allen et al. (2016) pada jenis hiu karpet berbintik (H. freycineti) di daerah Pulau Kri Raja Empat yang memiliki bintik berwarna coklat muda dengan warna kulit putih dan terdistribusi secara acak pada bagian tubuh.

Pola totol jenis hiu karpet berbintik yakni hanya ditemukan beberapa jenis totol berukuran besar pada bagian punggung hingga ekor, namun lebih mendominasi totol ukuran kecil. Perbedaan fenotip dimungkinkan akibat perbedaan letak geografis, topografi, dan lingkungan habitat laut Pulau Kri dan lokasi sampling.

Deskripsi fenotip famili Hemiscyllium memiliki ciri yang berbeda setiap individu pada ukuran dan bentuk bintik. Perbedaan ini diduga akibat perbedaan proses isolasi, pengaruh tipo-logi lingkungan pantai, ekologi regional setiap wilayah, rintangan (barrier), dan faktor genetik.

Halaman 2 dari 6
Sebelumnya123...6Selanjutnya
Tags: FPIK Universitas KhairunHalmaheraHiu BerjalanMaluku Utara
Bagikan11Tweet5KirimKirim
Previous Post

Tim SAR Hentikan Pencarian 6 Korban Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu

Next Post

Keberlanjutan dan Traceability Biota Laut Dapat Memberi Devisa yang Tinggi

Postingan Terkait

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

30 Januari 2026
Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

27 Januari 2026

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

Pari Kikir Tak Bisa Ditangkap Secara Bebas

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Next Post
Keberlanjutan dan Traceability Biota Laut Dapat Memberi Devisa yang Tinggi

Keberlanjutan dan Traceability Biota Laut Dapat Memberi Devisa yang Tinggi

Komentar tentang post

TERBARU

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

AmsiNews

REKOMENDASI

Cuaca Ekstrem di Indonesia Januari Hingga Maret 2025 Mencapai 1.891 Kejadian

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Mahasiswa KKN UNG Kembangkan Nano Grow, Inovasi Pupuk Cair Ramah Lingkungan

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Semua Negara Didesak Fokus Pada Perubahan Iklim

Kementerian Pariwisata Dorong SDM Terlatih untuk Kapal Pesiar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.