Namun, secara umum ikan memiliki corak warna kulit dan warna totol yang mirip. Akbar & Aris (2018) mengatakan kemiripan yang terjadi pada populasi mengindikasi-kan bahwa kelompok tersebut merupakan satu keturunan dan memiliki kedekatan secara genetik.
Laporan Jutan et al. (2017), spesies ini merupakan endemik Maluku Utara dengan wilayah persebaran yang sempit dan spesifik.
Allen et al. (2013) mengatakan nenek moyang hiu berjalan halmahera saat ini diakibatkan pergeseran dan fragmentasi pulau yang terjadi pada masa lalu. Hipotesis ini didukung dan dikuatkan dengan rekontruksi paleogeografi (Allen et al. 2016).
Morfologi mulut hiu berjalan halmahera memiliki kemiripan juga dilaporkan Allen et al. (2013; 2016) pada lokasi Bacan, Ternate dan Weda dan oleh Jutan et al. (2017) di Teluk Kao.
Allen et al. (2016) mengatakan lebar mulut hiu berjalan yang ditemukan 4,2-4,9 cm. Tipe mulut subterminal yang ditemukan memperlihatkan bahwa terdapat kemiripan antarlokasi.
Penelitian memberikan dugaan bahwa tipe mulut hiu berjalan halmahera secara umum sama dan memberikan indikasi bahwa populasi merupakan kelompok yang sama, namun terpisah secara geografis.
Jenis kelamin hiu berjalan halmahera yang ditemukan adalah jantan dan betina. Total nisbah kelamin yang ditemukan pada penelitian ini terbagi atas 8 jantan dan 7 betina. Pada setiap lokasi perairan terdapat pasangan hiu berjalan halmahera.





Komentar tentang post