Perbedaan nilai diakibatkan oleh panjang ukuran sampel dan kriteria pertumbuhan yang ditemukan berbeda. Sebagai contoh bahwa panjang standar ikan di pulau Mare lebih panjang jika dibandingkan dengan lokasi lain.
Topografi pulau Mare secara umum memiliki daerah intertidal (landai) yang luas, dibandingkan dengan daerah lain. Ruang intertidal yang besar ini ditumbuhi karang dan lamun dengan baik.
Ikan hiu berjalan halmahera memanfaatkan ruang intertidal dengan kondisi lamun, serta karang yang baik, untuk dijadikan sebagai habitat dan mencari makanan, dengan kemampuan membaca secara biologis mengikuti pola pasang surut.
Kekayaan lamun dan karang di Pulau Mare, menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan morfologi ikan hiu berjalan. Faktor lingkungan perairan memberikan pengaruh terhadap keberadaan sumber makanan dan pola pembentukan morfologi ikan serta membentuk konektivitas morfologi yang kuat.
Madduppa et al. (2014), Robert (1997), dan Wilson & Meekan (2001) mengatakan bahwa lokasi geografis, kondisi oseanografis dan ketersediaan makanan menyebabkan terjadinya sedikit geseran bentuk morfologi dan dispersal populasi tidak merata.*





Komentar tentang post