Erick sendiri bergerak membantu para korban. Ia mendatangi berbagai lokasi hingga ke pelosok untuk mendistribusikan bantuan. “Puji syukur keluarga saya selamat,” kata Erick yang juga mengungsikan seluruh keluarganya ke rumah famili yang lebih aman.
Menurut tokoh muda nasional asal Palu M Ichsan Loulembah, para jurnalis telah menuangkan laporan untuk melayani kemanusiaan dengan profesionalisme yang terjaga. Tanpa lelah, lupa melihat jam, mereka menyajikan suara dan gambar melalui televisi yang amat berarti bagi masyarakat.
“Hanya ini yang kami punya (untuk mereka), setulusnya ucapan terima kasih,” tulis Ichsan yang menjadi saksi kegigihan para jurnalis TV di Palu.
Ichsan tinggal di Jakarta. Begitu mendengar gempa dan tsunami di kampungnya, ia berusaha pulang. Tiba di Palu, pada hari ketiga pasca-tsunami, Ichsan membuka posko “Sulteng Bergerak” di rumah ibunya, di jalan Rajawali 24. Di rumah itu sebagai tempat untuk menyalurkan berbagai bantuan ke seluruh wilayah terdampak.*





Komentar tentang post