Pada fase puerulus, sudah dapat bergerak aktif dan hampir mencapai perairan pantai, yang telah tersedia benda-benda untuk berlindung, seperti bangunan pantai atau benda atau tanaman. Pada fase juvenil, mereka sudah mencapai perairan pantai, tempat asuhan (nursery ground) bagi berbagai anakan ikan dan krustasea. Jadi, jika orang mengatakan bahwa penangkapan bibit lobster di perairan pantai menggunakan pocongan atau semacamnya itu, adalah sedang menyelamatkan bibit lobster yang mortalitasnya sangat tinggi itu, sesungguhnya tidak tepat. Jika ingin menyelamatkan lobster dari mortalitas tinggi, maka tangkaplah pada fase filosoma.
Pemborosan sumber daya dan ancaman kebangkrutan bersama
Pemanenan pada fase puerulus dan juvenil menjadi ancaman yang sangat serius bagi keberlanjutan usaha (ekonomi) nelayan untuk jangka panjang, dan kelestarian sumberdaya lobster itu sendiri. Memang, harga bibit lobster relatif mahal dan pendapatan nelayan (terlebih eksportirnya) akan meningkat untuk jangka pendek. Tetapi semahal apapun bibit tersebut harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan lobster dewasa. Jadi, terjadi kehilangan ekonomi sumber daya lobster yang sangat besar. Kecuali jika bibit yang ditangkap adalah fase filosoma, fase dimana mortalitasnya sangat tinggi.





Komentar tentang post