Daerah penangkapan yang semakin jauh menimbulkan konsekuensi biaya operasional yang semakin mahal dan spesifikasi perahu juga harus disesuaikan untuk perjalanan jarak jauh. Nelayan di Gorontalo pun mencari ikan hingga ke perairan Laut Maluku akibat penurunan tangkapan yellowfin tuna.
Selanjutnya, Siti Mardlijah dan Enjah Rahmat (2012) mengemukakan tekanan penangkapan terhadap juvenil ikan madidihang di perairan Teluk Tomini yang sangat tinggi. Juvenil yang tertangkap dengan pancing ulur sebanyak 88,11% dan seluruh hasil tangkapan pukat cincin (100%) terdiri dari ikan madidihang juvenil.
Masih di Teluk Tomini, Siti Mardlijah dan Mufti Petala Patria (2012) melakukan penelitian biologi reproduksi Madidihang (Thunnus albacares Bonnatere 1788) musim pemijahan ikan madidihang di perairan Teluk Tomini diperkirakan berlangsung mulai bulan Desember.
Beberapa perairan Indonesia Timur merupakan lokasi pemijahan ikan tuna, seperti di Laut Banda hingga ke Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur.
Peneliti dari Pusat Riset Perikanan KKP, R. Thomas Mahulette mengatakan ada kecenderungan, ikan tuna berada pada perairan laut Sulawesi Utara. Dari perairan ini, ikan tuna terus menuju ke Teluk Tomini, Kendari, Laut Banda sampai ke Laut Timor.
Menurut Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ikram Sangadji, Laut Sawu merupakan area pembesaran 55 jenis larva ikan ekonomis penting. “Larva ikan ekonomis didominasi tuna,” katanya.





Komentar tentang post