Dari perjalanan dan berbagai catatan serta pengamatan di berbagai tempat, Wallace kemudian menetapkan garis persebaran fauna di Indonesia. Ia juga sebagai pencetus teori Evolusi sejati.
Taksonomi flora dan fauna di Nusantara telah dicatat Wallace. Dengan persebaran, perubahan lempeng dan masa geologis yang dibuat rinci. Wallace juga mengamati suku-suku di Kepulauan Nusantara.
Berkaitan dengan gempa ini, menurut Wallacea, Kepulauan Nusantara merupakan daerah yang dilewati deretan gunung api dan sering terjadi gempa.
Gempa ringan terjadi selang waktu beberapa minggu atau bulan. Gempa yang lebih keras terjadi tiap tahun.
Gempa yang keras ini menjadi salah satu patokan usia. Karena dalam setahun, banyak gempa keras. Ini yang menjadi dasar dalam perhitungan waktu.
Menurut Wallace, di beberapa pulau, umur seorang anak dan kejadian penting lainnya dalam masyarakat dihitung berdasarkan waktu terjadinya gempa.
Gempa yang kuat, tidak memberikan kesempatan untuk berpikir atau berharap. Gempa besar merupakan bencana alam paling destruktif dan mengerikan yang dapat melanda manusia. Wallace sendiri sempat merasakan guncangan gempa yang cukup kuat di Tomohon.
Untuk itu, banyak peran dan upaya sosialisasi tanggap bencana. Seperti dikatakan Dwikorita Karnawati, memahami cara penyelamatan akan menjadikan masyarakat siap dalam menghadapi bencana.





Komentar tentang post