Kemudian, menurut Larisa, di pantai tempat bertelur penyu, telah berkurang karena pembangunan pesisir. Ini mengurangi jumlah habitat bersarang yang cocok.
Larisa juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan plastik. Plastik yang sampai ke laut akan dikira sebagai makanan. Larisa telah menjadi ahli biologi perikanan sejak 1998. Dia memulai karirnya dengan program penyu di Lab Beaufort.
Larisa mengatakan, penyu merupakan bagian integral dari ekosistem dan tanpa mereka semuanya akan menjadi tidak seimbang. “Penyu adalah hewan yang luar biasa, kehilangan mereka akan menjadi kerugian besar bagi manusia,” kata Larisa, seperti dikutip dari NOAA Fisheries.
Penyu yang berhasil menetas dan menjadi tukik akan tumbuh menjadi dewasa. Perjuangan hidup penyu mulai sebagai tukik hingga mencapai usia yang cukup untuk bertelur menghadapi berbagai gempuran di laut dan pantai.
Selama masa itu, penyu menghadapi jaring ikan nelayan, sampah plastik yang dikira sebagai makanan, hilangnya tempat bersarang, tumpahan minyak dan perburuan. Bila penyu yang masuk dalam jaring ikan tidak segera dilepas dan kondisi lautan dibiarkan tetap seperti sekarang, penyu terancam akan binasa.*





Komentar tentang post