Tim KKP ini melaksanakan survei untuk mencari jejak tumpahan minyak (oil spill) di pada Mei dan Agustus 2018 lalu. Survei “Kajian Kepekaan Wilayah Perairan Bintan-Batam Terhadap Sebaran Tumpahan Minyak” berada di sejumlah lokasi. Seperti di pesisir Batu Merah, Tanjung Pinggir, Turi Beach Resort, Teluk Mata Ikan dan pantai utara Pulau Batam.
Perairan Bintan dan Batam darurat tumpahan minyak. Peristiwa tumpahan minyak terparah terjadi pada Maret 2018.
Tim menemukan, tumpahan minyak yang masih melekat di bebatuan dan pasir. Seperti di Turi Beach.
Ketika permukaan air laut berubah warna, pada Maret 2018, manajemen resort Turi Beach melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat. Tumpahan minyak menggenangi sepanjang perairan pantai.
Saat kejadian tumpahan minyak, pihak Turi Beach langsung melakukan pembersihan secara mandiri. Caranya, tumpahan minyak di permukaan laut dimasukkan ke dalam tong dan dikumpulkan di tempat penyimpanan (storage) yang terletak tidak jauh dari resort. Minyak yang dikumpul dalam tong, diangkut ke tempat pembuangan.
Toh dengan membersihkan permukaan laut dan mengangkut tumpahan ke tempat pembuangan, tak menghilangkan tumpahan minyak yang lain. Sebaran minyak ini masih ada yang melekat di bebatuan dan pasir.*





Komentar tentang post