Profesor riset ini telah menggeluti terumbu karang selama 37 tahun. Karir alumni Jurusan Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1979 ini, dimulai 1981 di Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Posisi saat itu, sebagai peneliti bidang terumbu karang.
Pada 1992 hingga 1997, Suharsono menjadi Kepala Bidang Biologi Laut. Di masa itu, pria kelahiran Sragen, Jawa tengah 20 Juli 1954, mulai mencermati secara detail karang spesies acropora di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Spesies acropora di Lombok ini, beda. Tidak seperti kebanyakan jenis acropora lainnya.
“Ini jenis (acropora) yang kuno, tidak punya radial koral, lancip saja,” kata Suharsono kepada Darilaut.id, Kamis (6/12). Darilaut.id dua kali menemui dan mewawancarai Suharsono.
Berkah ketekunan dan kecermatan meneliti berbagai bentuk karang, spesies ini kemudian diabadikan dengan mengambil namanya: Acropora suharsonoi Wallace, 1994. Spesies acropora ini pertumbuhannya terbatas di Lombok.
Lembaga Oseanologi Nasional berganti nama menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi (1986 – 2001). Kemudian menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi hingga 2005.
Di masa itu, 1999-2004, Suharsono sebagai Deputy I pada Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP)-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Di fase kedua, menjadi Kepala Project Implementing Unit (PIU) COREMAP 2004-2005.





Komentar tentang post