Dalam rantai pasok perikanan ini nelayan bisa menjual langsung hasil tangkapan ke pembeli saat masih di lingkungan pantai atau pelabuhan dengan sistem penjualan langsung atau dari pintu ke pintu sehingga memotong alur rantai pasokan.
Langkah kedua bila akan menjual ke pasar, maka akan ada banyak kombinasi pelaku rantai menengah yang terlibat seperti pengolah utama, pedagang, grosir, pengolah, pengolah sekunder, distributor, pengangkut dan lain sebagainya. Semua komponen ini bergerak untuk mengemas, mengubah atau mentransformasi, sampai memindahkan produk dari titik produksi ke proses akhir yaitu pembeli.
Kendala rantai pasok perikanan di Indonesia saat ini
Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki beberapa kendala untuk memenuhi rantai pasok perikanannya. Kendala-kendala tersebut ada yang sudah lama terjadi dan ada juga beberapa kendala baru yang harus dihadapi. Secara langsung atau tidak langsung semua permasalahan ini berdampak terutama kepada nelayan selaku produsen.
• Sarana dan prasarana yang masih belum merata untuk seluruh nelayan yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu contoh, Sulawesi Utara tepatnya di perairan Bitung dan Manado para nelayan masih sulit mendapatkan hasil tangkapan ikan yang memadai karena sarana yang masih sangat kurang. Mulai dari kapal dan Alat tangkap, sarana pengawetan ikan misalnya es balok, BBM yang menyebabkan harga BBM menjadi naik karena, sampai kapasitas pendingin (cold storage) dapat memenuhi kapasitas maksimal 50 persen dari yang dibutuhkan.





Komentar tentang post