Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Danau Limboto Diprediksi Akan Lenyap 2031

redaksi
24 September 2019
Kategori : Laporan Khusus
0
LIPI Bantu Selamatkan 15 Danau Prioritas di Indonesia

Danau Limboto. FOTO: DARILAUT.ID

PADA 1930, Danau Limboto di Provinsi Gorontalo tercatat memiliki kedalaman 30 meter. Hasil analisis sistem dinamik, kedalaman dan luas Danau Limboto akan lenyap tahun 2031.

Untuk itu, diperlukan desain kebijakan agar pengelolaan Danau Limboto ke depan menjadi berkelanjutan.

Berikut ini ringkasan disertasi Dr Hasim, dengan judul “Desain Kebijakan Pengelolaan Terpadu dan Berkelanjutan pada Danau Limboto, Provinsi Gorontalo” di Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB, 2012).

Danau Limboto berfungsi antara lain; (1) sumber ekonomi masyarakat pesisir danau, (2) reservoir alami limpasan air dari Daerah Tangkapan Airnya, (3) sumber potensial air bersih, (4) sumber keanekaragaman hayati, dan (5) taman wisata danau.

Sisi lain, terjadi penurunan kualitas lingkungan danau semakin besar yang ditunjukkan oleh semakin dangkal dan menyempitnya luas danau. Danau Limboto tahun 1930 memiliki kedalaman 30 meter, sedangkan pada 2007 hanya 2,5 meter.

Danau Limboto ditetapkan menjadi salah satu danau prioritas untuk ditangani karena masuk dalam kategori ekosistem kritis.

Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2010 hingga Juli 2011. Lokasi penelitian berada di kawasan ekosistem Danau Limboto Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kombinasi antara survey dengan pendekatan sistem.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Danau Limbotogorontaloperikanan berkelanjutan
Bagikan12Tweet3KirimKirim
Previous Post

Bernilai Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Dewasa di Danau Limboto, Memijah di Laut

Next Post

Ancaman Plastik Bagi Ekosistem

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Ancaman Plastik Bagi Ekosistem

Ancaman Plastik Bagi Ekosistem

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Remaja Australia Ketakutan Sentuh Anjing Laut Macan Tutul

Cuaca Buruk, Kapal Klotok Tenggelam di Teluk Jakarta

Mahasiswa UNG Raih Dua Medali Emas untuk Provinsi Gorontalo di PON XXI Aceh-Sumut

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Siklon Tropis Ragasa Menguat Menjadi Badai Tropis Parah di Laut Filipina

Setiap 30 Menit Padang Lamun Hilang Seluas Lapangan Sepak Bola

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.