Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Wallace, Kepulauan Aru, Dulu dan Kini

redaksi
29 April 2019
Kategori : Laporan Khusus
0
Dobo

Kapal-kapal ikan di Dobo, Kepulauan Aru. FOTO: DARILAUT.ID

“Ekspedisi saya ke Kepulauan Aru terbilang cukup sukses…….. Dengan keberhasilan ini saya terdorong untuk melanjutkan penelitian saya di Molluca dan New Guinea…,” Alfred Russel Wallace, Juli 1857.

16 KAPAL LAYAR bersamaan meninggalkan Dobo, Kepulauan Aru, pada 2 Juli 1857. Angin timur berhembus, membawa kapal layar mengarungi laut Banda menuju pelabuhan Makassar, Celebes.

Salah satu kapal layar ini ditumpangi naturalis asal Inggris Alfred Russel Wallace. Wallace menyebut “perahu Macassar” untuk kapal layar yang biasa digunakan para pedagang Bugis.

Selama enam bulan Wallace berada di Kepulauan Aru. Penelitian yang dilakukannya terbilang sukses. Dobo dan Kepulauan Aru, yang membawa Wallace melanjutkan penelitian selama lima tahun di Kepulauan Maluku dan Papua.

Ya, Dobo dan Kepulauan Aru bukanlah tempat yang tiba-tiba baru muncul di peta. Kapal layar asal Sulawesi Selatan telah mengarungi pelayaran dari Makassar menuju Dobo dan sebaliknya, ratusan tahun lalu.

Untuk mencapai Kepulauan Aru, para pelaut Bugis-Makassar, berlayar 1000 mil lebih dengan memanfaatkan hembusan angin di musim barat, pada Desember dan Januari. Kapal layar ini akan kembali lagi ke Makassar pada Juli atau Agustus, di musim timur.

Wallace mengikuti pola pelayaran ini dari Pelabuhan Makassar. Pertengahan Desember 1856, Wallace menuju Dobo. Kapal yang ditumpangi Wallace mempunyai dua tiang layar, berbentuk segi tiga yang dapat dipindah-pindahkan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Kepulauan AruMakassarWallace
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Daya Dukung Pengunjung Penting untuk Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Next Post

Hubla Susun Penanganan Muatan Berbahaya

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Hubla Susun Penanganan Muatan Berbahaya

Hubla Susun Penanganan Muatan Berbahaya

Komentar tentang post

TERBARU

Ancaman Baru Dari Danau Alami Setelah Runtuhnya Gletser Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet

474 Orang Tewas Akibat Banjir Dahsyat Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet, 1.500 Hilang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

AmsiNews

REKOMENDASI

Hari Ini KPU Kabupaten Gorontalo Menggelar Debat Publik

Tujuan Ekspor Ikan Tuna Maluku ke Vietnam, Jepang dan Amerika

Deskripsi Kapal Ikan KM Mina Sejati

Siklon Tropis Alfred Terbentuk di Laut Koral Australia

4 Mahasiswa Pendidikan Geografi FMIPA UNG Raih Sarjana Tanpa Skripsi

Blue Dragon, Indah dan Mempesona

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.