Nama ilmiah spesies di Manado disahkan Comptes Rendus de L’Academie des Sciences pada Maret 1999.
Spesimen ini diberi nomor CCC 175, memiliki panjang total 124 sentimeter, berat 29,2 kilogram. Jenis kelamin ikan raja laut ini betina, dengan 3 butir telur yang telah berkembang di bagian perut.
1999, Dr Hans Fricke dari Max Planc Institute (Jerman) dan LIPI melakukan kerjasama riset dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII dan Submersible ”Jago”. Fricke berpengalaman dalam membuat film kehidupan ikan-ikan coelacanth di Komoro, pantai selatan Afrika Timur.
Penyelaman dan penjelalahan bawah laut dengan “Jago” sampai kedalaman sekitar 400-an meter. Mulai dari perairan pantai utara Sulawesi sampai ke pulau-pulau di Sangihe dan Teluk Tomini. Peneliti LIPI Dr Kasim Moosa, ikut serta menyelam dengan Jago dalam misi pencarian raja laut itu. Ratusan kali Jago menyelam, raja laut tidak dijumpai.
Observasi baru berhasil merekam keberadaan dua ekor ikan raja laut pada kedalaman 145 meter di perairan Buol, Sulawesi Tengah, berbatasan dengan Gorontalo Utara.

Pada 23 Oktober 2000, berlangsung International Coelacanth Mini Symposium pertama di pulau Bali, Indonesia. Kegiatan ini dibawah supervisi Mark Erdmann dan James Albert. Melalui simposium ini dibuat protokol penelitian dan konservasi coelacanth.





Komentar tentang post