Rabu (3/7) pagi, mulai 06.45 hingga 07.45, tiga kapal mengangkut komoditi hasil laut Indonesia untuk diekspor ke Tawau. Dalam 1 jam, tiga kapal membawa berbagai jenis komoditi perikanan.
KM Tongkol mengangkut 3,4 ton hasil laut, KM Wimaju 5,8 ton dan KM Nurjannah II sebanyak 11,4 ton. Total hasil laut yang diekspor Rabu (3/7) sebanyak 20,6 ton.
Dalam sebulan, rata-rata komoditi hasil perikanan dari Sebatik dan yang singgah di SKPT Sebatik untuk keperluan ekspor ke Tawau 500 sampai 600 ton lebih.
Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar, pembangunan SKPT Sebatik ini merupakan inisiatif KKP untuk membangun daerah pinggiran Indonesia.
“Pembangunan SKPT merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan kelautan di wilayah pinggiran yang selama ini kaya akan potensi ikan, tapi miskin infrastruktur,” kata Zulficar.
Di SKPT Sebatik, kapal-kapal yang mengangkut hasil perikanan dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, seperti Tarakan melakukan check point. Dengan adanya, surat-surat dari SKPT Sebatik ini, ikan yang dibawa ke Tawau memiliki keterangan asal.
Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Analisis Pengelolaan Sumberdaya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Syahril Abd Raup mengatakan, tahun 2019 ini, KKP fokus pada operasional SKPT Sebatik.





Komentar tentang post