Pada 14 Agustus 1968 jam 22.14 UTC terjadi gempa 6,0 di Sulawesi Tengah dekat Labean, Donggala pada koordinat 119,8 BT, 0,7 LU. Menimbulkan tsunami ketinggian 8 sampai 10 meter dan inundasi terjauh 300 meter dari bibir pantai ke daratan. Korban akibat tsunami Labean 1968 sebanyak 200 orang meninggal dunia.
(Laporan Risna Widyaningrum: Gempa Tambu 15 Agustus 1968, menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 10 meter, menghantam wilayah pantai di sekeliling Teluk Tambu).
Gempa magnitudo 7,8 terjadi di Sulawesi Tengah pada koordinat 119,931 BT, 0,729 LU, pada 1 Januari 1996 jam 08.05 UTC. Gempa disusul tsunami dengan ketinggian 1 sampai 5 meter. Gempa dan tsunami terjadi di pantai Tonggolobibi.
Jumat 28 September 2018, jam 18.02 Wita, gempa sangat kuat terjadi di Sulawesi Tengah. Magnitudo 7,4 dengan episentrum berada pada koordinat 0.18 Lintang Selatan, 119.85 Bujur Timur. Pusat gempa berjarak 26 kilometer Utara Donggala di kedalaman 10 km. Getaran terasa di Donggala, Palu, Gorontalo, Poso, Majene, Soroako, Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, Sengkang, Makassar, Gowa, dan Toraja bahkan Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
Korban meninggal dunia di Sulawesi Tengah 2000 orang lebih. Dampak ekonomi kerugian dan kerusakan akibat bencana gempa, tsunami dan likuefaksi ini sebesar Rp 18,48 triliun. Sebanyak 206.524 orang mengungsi.*





Komentar tentang post