Selain itu, alat pengukur pasang surut digital (tide gauge), differential Global Positioning System (dGPS), pelampung di permukaan laut (mooring buoy) pentransmisi sinyal informasi dari OBU ke satelit.
Alat ini dilengkapi dengan pengukur perubahan tinggi muka air laut, satelit yang berfungsi sebagai wahana transmisi sinyal antara berbagai alat pendeteksi gempa/tsunami dengan pusat kendali operasi. Perangkat lunak berupa Decision Support System (DSS) berkoordinasi dengan dua perangkat lunak lain, Seiscomp untuk pengolah data gempa dan System Information Management (SIM).
Secara umum, ketika tremor gempa yang episenter di dasar laut terdeteksi oleh OBU. Sinyal tersebut akan ditransmisikan ke mooring buoy di permukaan laut. Mooring buoy akan mendeteksi perubahan muka air laut.
Kedua indikasi tersebut kemudian akan ditransmisikan ke TWC untuk konfirmasi dengan alat pendeteksi lainnya seperti seismograf, dGPS dan tide gauge di pantai/pelabuhan (Behrens et al., 2008; Behrens et al., 2009; Tessman et al., 2010).
Selanjutnya, episenter dan kekuatan gempa akan mengonfirmasikan dengan basis data tsunami yang memiliki lebih dari 2250 skenario dengan beragam episenter dan berdasarkan variasi kekuatan gempa dari Mw 6,5 – 9,0 (Mentrup et al., 2007; Behrens et al., 2008; TRG-ITB, 2010).





Komentar tentang post