Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Tsunami di Wani-Donggala Warna Abu-abu

redaksi
12 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Tsunami di Wani-Donggala Warna Abu-abu

Kapal Sabuk Nusantara 39 pindah ke pantai di kompleks Pelabuhan Wani, ketika terjadi tsunami, Jumat (28/9/2018). FOTO: DARILAUT.ID

Donggala – Tsunami –gelombang besar yang datang secara tiba-tiba– di kawasan Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) berwarna abu-abu dan hitam.

“Gelombang yang datang gulung-menggulung, berwarna abu-abu dan hitam,” kata Risman, 42 tahun, warga Desa Wani II, Kabupaten Donggala.

Risman yang tinggal di kompleks pelabuhan Wani mengatakan, sebelum kejadian gempa dan tsunami tidak ada tanda-tanda. Seperti pada hewan yang panik di darat.

Untuk mendapatkan data di perairan Teluk Palu pascagempa dan tsunami Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengirim KRI Spica-934.

Berdasarkan data survei dan analisa tim Pushidrosal, seperti ditulis jpnn.com (12/10), menemukan adanya longsoran dasar laut pada kedalaman 200 – 500 meter di Tanjung Labuan/Wani, Teluk Palu. Menurut Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr Ir Harjo Susmoro MH, hasil ini diperoleh KRI Spica setelah melakukan survei full covered dengan menggunakan Multibeam Echosounder EM-302 yang mampu mengukur kedalaman hingga 6000 meter di dalam Teluk Palu.

Pasca gempa Palu dan Donggala, Pushidrosal telah mengirim dua tim. Tim pertama diberangkatkan sehari setelah kejadian gempa. Tim kedua, dengan kapal Survei KRI Spica-934.

Dua tim survei ini melaksanakan kegiatan di area Teluk Palu atau sekitar alur pelabuhan. Untuk kontur yang dalam dilaksanakan KRI Spica-934. Kontur yang dangkal dikoordinasikan dengan Tim Unit Tanggap Darurat Unit Pesisir.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Donggala-PaluKRI Spica-934Pushidrosaltsunami
Bagikan25Tweet12KirimKirim
Previous Post

Kapal Harus Punya Sertifikat, Pelaut Perlu Pendidikan dan Latihan

Next Post

Gubernur Perpanjang Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Likuifaksi di Balaroa

Gubernur Perpanjang Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Red Tide di Filipina Menyebabkan 31 Orang Keracunan

Tim Gabungan Temukan Titik Lokasi Jatuhnya Pesawat

Hiu Paus yang Terperangkap Jaring Ikan di Lombok Timur Berhasil Diselamatkan

Melindungi dan Memulihkan Perairan Danau

UNG Gelar Senam Bersama dan Skrining Kesehatan Komprehensif

Menteri Susi Apresiasi Pengelolaan Rajungan Berkelanjutan di Jawa Tengah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.