Pada Bulan April, upwelling di Indonesia timur mulai berkurang luasnya, dan di selatan Jawa mulai muncul upwelling. Pada Bulan Agustus, upwelling di perairan selatan Jawa meluas sampai perairan barat Sumatera yaitu Teluk Bayur. Sementara upwelling di Indonesia timur, intensitasnya menjadi menguat.
Pada bulan Oktober, upwelling dari selatan Jawa tetap muncul. Sementara upwelling di barat Sumatera semakin meluas ke arah utara. Upwelling ini meluas dari perairan sekitar Pulau Enggano, barat Kepulauan Mentawai, Kepulauan Batu, Pulau Nias dan Pulau Simeulue. Di Indonesia Timur keberadaan upwelling tetap terlihat dengan nilai intensitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Bulan Agustus.
Hasil penelitian ini, menurut Lestari, menunjukkan secara umum potensi tertinggi perikanan tangkap kita berada di Indonesia timur. Pada setiap musim, perairan di Indonesia Timur masih menunjukkan keadaan upwelling, walaupun dengan intensitas yang berbeda-beda.
Sementara di Indonesia Barat, upwelling muncul pada Bulan April, itupun hanya sedikit di selatan Jawa. Sementara di Bulan Agustus mulai muncul di barat Sumatera. Keadaan ini bertahan sampai Bulan Oktober.
Kehadiran fitoplankton di perairan, memberikan energi baru bagi hewan laut, seperti ikan, mamalia laut dan burung.





Komentar tentang post