
Pada dekade terakhir, perusahaan juga berbondong-bondong datang merambah hingga ke pulau-pulau kecil di Maluku maupun di sekitar Sulawesi. Hutan dan ekosistem lainnya dibabat untuk perkebunan sawit, coklat, maupun kakao. Ada pula untuk pencarian serta penambangan nikel–komoditas bahan baku baterai mobil listrik yang tengah digandrungi di seluruh dunia. Mayoritas cadangan nikel dunia ada di Wallacea.
Pertambangan nikel memang ada sejak puluhan tahun silam, tapi hanya di beberapa wilayah seperti di Sulawesi Selatan bagian timur. Kini, banyak tanah-tanah di Sulawesi dan pulau sekitar yang dikeruk penambang tanpa memperhatikan pengelolaan lingkungan yang baik. Ada di antara mereka yang membuang sisa pertambangan (tailings) ke laut.
Selain pertambangan dan perkebunan, kawasan Wallacea juga marak digunakan untuk Proyek Strategis Nasional. Ada lebih dari 40 proyek strategis di kawasan ini, mulai dari bendungan, jalan, infrastruktur kereta api, lapangan minyak dan gas bumi, dan sebagainya.
Cepatnya pembangunan sungguh terasa. Di laut, ekosistem penting seperti terumbu karang banyak yang rusak akibat praktik perikanan berlebihan dan destruktif.
Di sebagian daratan dan pulau-pulau di Wallacea, berkurangnya tutupan hutan mengakibatkan homogenisasi atau penyempitan keberagaman jenis burung. Kelangsungan populasi kera dan tarsius juga terancam karena laju deforestasi. Ini belum dihitung dengan penurunan biodiversitas tumbuhan di Wallacea akibat pembukaan lahan.





Komentar tentang post