Spesimen terbesar yang dapat diverifikasi adalah yang tertangkap pada 11 November 1947 di Karachi, Pakistan dengan panjang sekitar 12,65 meter, lingkar badan sekitar 7 meter dan beratnya lebih dari 21,5 ton (Compagno, 2001; Wood, 1983). Menurut Compagno (2001), White et al. (2006) dan Carpenter & Niem (1998b), seperti kebanyakan hiu, hiu paus betina lebih besar dari hiu paus jantan. Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter.
Mulutnya berada di ujung moncongnya, bukan pada bagian bawah kepala seperti ikan hiu pada umumnya. Hiu paus dikenal dengan bentuk kepalanya yang lebar dan gepeng dengan mulut, garis insang dan sirip punggung (dorsal) pertama yang besar dan pola totol-totol putih dan garis
di kulitnya yang cenderung berwarna keabu-abuan. Kulitnya sangat tebal mencapai 10 cm.
Hiu paus memiliki 3.000 gigi yang sangat kecil tetapi jarang digunakan karena hiu paus merupakan penyaring makanan (filter feeder) dengan menggunakan insangnya yang besar (Gambar 1). Pola totol-totol putih ini unik untuk setiap individu dan menjadi dasar untuk melakukan identifikasi, seperti sidik jari (Azourmanian et al., 2005; Speed et al., 2007).
Habitat Hiu Paus
Hiu paus menghuni semua lautan tropis dan sub tropis yang bersuhu hangat. Ikan ini umumnya ditemukan pada suhu sekitar 18 – 30 o C, sedangkan studi lainnya menunjukkan bahwa ikan
ini sangat menyukai perairan dengan suhu sekitar 28 – 32 o C (Rowat, 2007; Eckert & Stewart, 2001).





Komentar tentang post