Terdamparnya paus pembunuh (Killer Whale) yang masih bayi, jarang bahkan belum pernah dilaporkan sebelumnya di Indonesia.
Secara ilmiah, dapat dijelaskan bahwa induk betina paus orca memiliki keterikatan yang kuat dengan bayi yang dilahirkan.
Ada 2 kejadian yang dapat diriwayatkan mengenai ikatan yang kuat induk betina dengan bayinya.
Pertama, kejadian di perairan British Columbia, saat seekor paus pembunuh dengan identitas J35 melahirkan.
Setelah lahir, bayi J35 ini sempat berenang bersama induknya dan keluarga orca lainnya. Namun, bayi orca yang lahir pada 24 Juli 2019 itu tak mampu bertahan hidup.
Ketika tim Center for Whale Research (CWR) atau Pusat Penelitian Paus tiba di perairan tempat J35 melahirkan, bayi orca ini sudah meninggal. Dalam keadaan meninggal, bayi orca ini masih saja dibawa induk betina.
Bangkai bayi orca beberapa kali tenggelam. Tetap saja sang induk mengambil dan membawa bayi orca, dengan cara mendorong.
J35 dengan nama Tahlequah, membawa bayi orca yang sudah meninggal itu menempuh jarak beberapa mil, menuju Pulau San Juan, Amerika Serikat.
Selama 2 minggu lebih Tahlequah dan keluarga orca ini berkabung.
Riwayat kedua, di perairan Pelabuhan Genoa, Italia, awal Desember 2019. Ini kisah sedih anak paus orca yang mati dan masih dibawa induk betina.





Komentar tentang post