Jika air di kolam salinitas (kadar garam) dibawah 30 ppt (parts per thousand) lobster akan mati. Apabila salinitas di atas 37 ppt, lobster ini tidak mengalami pertumbuhan.
Sementara pakan yang diberikan bila terlalu banyak, akan menyebabkan lobster ini mati. Ini lantaran sisa pakan tersebut akan menjadi amoniak atau racun bagi lobster.
Untuk suhu di kolam, harus sesuai dengan kondisi pertumbuhan lobster. Bila terlalu panas atau dingin, antara bagian perut dan kepala lobster seperti akan lepas. Listrik yang ada tidak boleh padam.
Lobster yang dipelihara di karamba harus di lokasi yang gelombang dan arus tidak terlalu kuat. Arus yang kuat akan merusak karamba tersebut.
“Saya sudah mengidentifikasi permasalahan budidaya lobster ini,” kata Nur.
Meski sudah banyak pengalaman, usaha budidaya yang dirintis Nur tidak berjalan maksimal. Kini budidaya tersebut, sudah tidak berjalan.
Mengapa Nur tidak lagi mengembangkan budidaya lobster di Pantai sepanjang?
Nur tidak lagi mengembangkan budidaya lobster bukan karena adanya larangan. Tapi, faktor alam.
Posisi Pantai Sepanjang yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia tidak mendukung untuk pengembangan budidaya lobster. Begitu pula dengan lokasi lainnya di Pantai Selatan Jawa.
Kerugian akibat kerusakan karamba lobster yang dialami Nur hingga ratusan juta rupiah.





Komentar tentang post