Beruntung, selain budidaya lobster, Nur juga merintis Rumah Makan “Kampoeng Lobster”. Menu utama rumah makan ini lobster dan ikan laut lainnya.
Usaha ini yang masih menopang kegiatan yang berkaitan dengan lobster.
Gelombang tinggi dan arus yang cukup kuat menjadi penghambat usaha budidaya lobster di Pantai Sepanjang.
Menurut Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Ing Widodo S Pranowo, dari sisi kesuburan primer, laut selatan Jawa sangat bagus. “Cocok sebagai daerah asuhan (lobster),” ujar Widodo.
Tapi, kata Widodo, karena kondisi arus yang kuat, apakah itu yang kemudian menghambat pembudidayaan lobster dengan karamba di laut selatan Jawa. Bila benih lobster dibesarkan di laut yang lebih terlindung, bisa lebih berhasil.
“Kalau lautnya lebih bersahabat, segala upaya intensif budidaya kemungkinan akan sangat optimal dijalankan,” ujar Widodo yang memperoleh gelar doctor in engineering dari Universitas Bremen pada 2010.
Ahli ekonomi kelautan Dr Suhana mengatakan, lobster di alam menjadi kunci keberlanjutan sumberdaya dan usaha lobster. Produksi lobster dunia sampai saat ini masih tergantung pada hasil tangkapan.
Menurut Suhana, dalam periode 2010-2017 produksi lobster dunia rata-rata tumbuh 2,30 persen per tahun. Produksi Lobster dunia tahun 2017 mencapai 322.066 ton. Sebanyak 319.996 ton bersumber dari perikanan tangkap dan 2.070 ton dari perikanan budidaya.





Komentar tentang post