Terdapat tujuh jenis penyu di dunia, hampir semuanya mengonsumsi ubur. Tujuh jenis itu, masing-masing penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan/penyu bromo (Caretta caretta) penyu pipih (Natator depressus ), penyu lekang (Lepidochelys olivacae) dan penyu lekang kempi (Lepidochelys kempii).
Penelitian terhadap penyu hijau yang mati terdampar juga telah dilakukan di pantai Timur Uni Emirat Arab (UEA) Teluk Oman. Penyu ini mati karena menelan sampah plastik.
Sebanyak 14 penyu hijau yang mati terdampar di Teluk Oman telah menelan serpihan berwarna putih atau transparan.

Seperti diberitakan Gulfnews.com awal September ini, penyu yang mati ini 86 persen telah menelan sampah plastik. Selain itu, terdapat tali, kain, cotton buds, tas anyaman, plastik biasa, tali pancing, kait, jaring dan perangkap.
Di Indonesia, khususnya di pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tim World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia dan dokter hewan Flying Vet Indonesia penyu yang terdampar karena sakit mengalami malnutrisi. Ini akibat lambung penyu ini tersumbat sampah plastik yang berukuran besar, 5 x 8 sentimeter.
Pesisir Paloh merupakan habitat penting peneluran dan pakan bagi empat jenis penyu, yakni hijau, sisik, lekang dan belimbing. Selain itu, habitat perkawinan dan jalur migrasi atau lalu lintas penyu.





Komentar tentang post