Dalam bisnis ikan tuna, KKP bekerja sama dengan Asosiasi Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) serta International Pole and Line Foundation (IPNLF). Hal ini untuk memperkuat daya saing pasar tuna Indonesia di dunia internasional.
Pemerintah terus mendorong industri perikanan tuna agar mendapatkan sertifikat dari Marine Stewardship Council (MSC, Dewan Pengawasan Kelautan). Sertifikat ini untuk meningkatkan daya saing dan manfaat keberlanjutan perikanan. Selain itu, keamanan pasar, harga premium produk tuna, peningkatan reputasi dan peluang positif lainnya.
Dalam Konferensi Internasional Bali Tuna ketiga yang berlangsung tahun ini, telah diluncurkan dokumen yang berisikan kerangka strategis pemanfaatan ikan tuna (harvest strategy framework). Dokumen ini berisikan tentang pengelolaan perikanan tuna yang berkelanjutan jenis big eye tuna, yellow fin tuna, dan skipjack tuna di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 713, 714 dan 715. Juga disepakati sertifikat Marine Stewardship Council dan joint commitment antara KKP dengan IPNLF.
Pembeli produk tuna di kancah internasional yang tergabung dalam IPNLF ini akan membeli produk tuna dengan harga premium. Seperti Anova Food, Fish Tales, Followfish, Frinsa del Noroeste, dan Green World Company. Selanjutnya, Migros Group, MMP International, Sainsbury’s, Salica, Sea Delight Europe, SL, Tri Marine, Tuna Solutions dan World Wise Foods.





Komentar tentang post