untuk mendapatkan sertifikat, skema kerja sama MSC dan asosiasi perikanan tuna yang didukung IPNLF ini tidak dipungut biaya sama sekali.
Menangkap dan Menjaga Habitat Tuna
Nilai ekonomi dari perdagangan produk perikanan tuna Indonesia sangat besar dan menjadi peluang yang dapat terus dimanfaatkan. Namun tetap harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar perikanan tuna terus menerus lestari. Tingginya permintaan pasar global menjadi fokus Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP melakukan pengelolaan tuna dari hulu ke hilir dan menjaga habitat tuna.
Pemerintah Indonesia memiliki komitmen dan konsistensi untuk mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan tuna melalui pengembangan manajemen perikanan tuna nasional. Rencana ini telah diluncurkan selama Konferensi Bali Tuna 1 dan selanjutnya ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 107 tahun 2015.
Hasil Konferensi Bali Tuna (Bali Tuna Conference) 2, antara lain, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi prioritas pengelolaan perikanan tuna, dengan fokus pada data produksi tuna.
Selain itu, meningkatkan sistem registrasi kapal tuna, khususnya untuk perairan kepulauan. Kemudian, pengembangan dan implementasi sistem pemantauan elektronik dan sistem pelaporan.*





Komentar tentang post