Saat musim puncak peneluran, pengumpul telur dapat menghasilkan lebih dari 10 juta rupiah per malam.
Karena itu, World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, sejak 2009 melakukan pendampingan di Paloh, serta membantu Pemerintah setempat melakukan program konservasi pesisir dan spesies penyu. Telah terbentuk kelompok Masyarakat Pengawas, seperti di Desa Sebubus.
Perdagangan daging dan telur penyu juga terjadi di Bali. Perdagangan penyu khususnya di Bali menjadi perhatian serius dunia internasional.*





Komentar tentang post