Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Hasil Penyelidikan 2012, Sangat Tinggi Likuefaksi di Palu

redaksi
4 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Hasil Penyelidikan 2012, Sangat Tinggi Likuefaksi di Palu

Daerah penyelidikan tahun 2012 di Palu, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan perhitungan pada 2012 di Kota Palu, berikut ini kesimpulan hasil penyelidikan tersebut:

Pertama, lapisan tanah daerah penyelidikan terdiri dari pasir di bagian atas, lanau di bagian tengah dan lempung di bagain bawah. Pasir berwarna abu-abu, lepas, pemilahan jelek, porositas baik, permeabilitas baik dengan ketebalan 1 – 7,2 meter.

Lanau dijumpai di bawah pasir berwarna coklat – abu-abu, lunak – teguh, plastisitas sedang, dengan ketebalan 0,2 – 0,7 meter. Lempung berwarna coklat – coklat tua, lunak – teguh, plastisitas tinggi dengan tebal bervariasi antara 0,1 – 2,7 meter. Kedalaman muka air tanah berkisar antara 0,5 – 16 meter di bawah muka tanah.

Kedua, dari peta muka air tanah dapat diketahui bahwa daerah penyelidikan yang mempunyai muka air tanah dangkal (< 12 meter) dan berpotensi terhadap terjadinya likuefaksi berada pada wilayah Ujuna, Besusu, Palupi, Sunju, Binangga, Sibeli, Langaleso, Kalukubula, Petobo dan Jonpoye.

Ketiga, berdasarkan analisis kuantitatif, daerah yang berpotensi tinggi terhadap terjadinya likuefaksi adalah Kalukubula, Birobuli, Tatura, Sunju, Lolu, Kawatuna, Lere dan Birobuli Selatan.

Keempat, hasil perhitungan nilai daya dukung tanah di daerah penyelidikan dapat dibedakan menjadi dua, yakni daya dukung tanah sedang dan daya dukung tanah tinggi.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Donggala-PaluESDMlikuifaksi
Bagikan28Tweet14KirimKirim
Previous Post

Gerakan Bersih Pantai di Labuan Bajo

Next Post

Peneliti: Pemkot Gorontalo Mengacu Data Geologi Teknik

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Peneliti: Pemkot Gorontalo Mengacu Data Geologi Teknik

Peneliti: Pemkot Gorontalo Mengacu Data Geologi Teknik

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Prediksi NOAA Siklon Tropis (Hurricane) di Atlantik Hampir Normal

4,6 Juta Orang Terdampak Topan Fung-wong di Filipina, 27 Tewas

Indonesia Bersama Negara di Samudera Hindia Simulasi Peringatan Dini Tsunami

Cumi-cumi Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Jepang

SIUP Dicabut, 240 Kapal Tak Boleh Tangkap Ikan

Kemenhub, Perlindungan Awak Kapal Harus Diprioritaskan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.