Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan perhitungan pada 2012 di Kota Palu, berikut ini kesimpulan hasil penyelidikan tersebut:
Pertama, lapisan tanah daerah penyelidikan terdiri dari pasir di bagian atas, lanau di bagian tengah dan lempung di bagain bawah. Pasir berwarna abu-abu, lepas, pemilahan jelek, porositas baik, permeabilitas baik dengan ketebalan 1 – 7,2 meter.
Lanau dijumpai di bawah pasir berwarna coklat – abu-abu, lunak – teguh, plastisitas sedang, dengan ketebalan 0,2 – 0,7 meter. Lempung berwarna coklat – coklat tua, lunak – teguh, plastisitas tinggi dengan tebal bervariasi antara 0,1 – 2,7 meter. Kedalaman muka air tanah berkisar antara 0,5 – 16 meter di bawah muka tanah.
Kedua, dari peta muka air tanah dapat diketahui bahwa daerah penyelidikan yang mempunyai muka air tanah dangkal (< 12 meter) dan berpotensi terhadap terjadinya likuefaksi berada pada wilayah Ujuna, Besusu, Palupi, Sunju, Binangga, Sibeli, Langaleso, Kalukubula, Petobo dan Jonpoye.
Ketiga, berdasarkan analisis kuantitatif, daerah yang berpotensi tinggi terhadap terjadinya likuefaksi adalah Kalukubula, Birobuli, Tatura, Sunju, Lolu, Kawatuna, Lere dan Birobuli Selatan.
Keempat, hasil perhitungan nilai daya dukung tanah di daerah penyelidikan dapat dibedakan menjadi dua, yakni daya dukung tanah sedang dan daya dukung tanah tinggi.





Komentar tentang post