Daerah yang mempunyai nilai daya dukung sedang (7,2 – 21,6 ton/m2) berada di Lolu, Birobuli, Kalukubula, Kotapulu, Baliase, Sunju, Bayaoge, Tatura, Besusu Barat, Tatura, Birobuli, Talise, Lolu, Birobuli Utara, Kawatuna, Kalukubula, Petobo, Kamoji, Lere, Tatura, Birobuli Selatan.
Daerah yang mempunyai nilai daya dukung tinggi (>21,6 ton/m2) berada pada Kalukubula, Besusu, Talise, Tatura, Besusu Tengah, Dolo Kotarinau, Lolu Selatan, Tanamodindi, dan Lasoani.
Daerah penyelidikan sebagian besar memiliki potensi sangat tinggi terhadap likuefaksi. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai indeks potensi likuefaksi (LPI) yang menunjukkan kisaran nilai > 15.
Hasil penyelidikan ini menyarankan, pertama, pondasi yang digunakan sebaiknya tidak diletakkan pada lapisan pasir, sehingga lebih aman terhadap perilaku likuefaksi. Kedua, penataan ruang terhadap kawasan pemukiman, industri dan bangunan vital lainnya sebaiknya ditempatkan pada area yang memiliki indeks potensi likuifaksi < 5.*
Sumber: Risna Widyaningrum, Penyelidikan Geologi Teknik Potensi Liquifaksi Daerah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Program Penelitian, Mitigasi dan Pelayanan Geologi. Badan Geologi, Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2012





Komentar tentang post